
Wilayah itu diguncang gempa beberapa kali pada 7 September, yang menewaskan 81 orang dan melukai 800 orang. Sebanyak 16 siswa sekolah dasar dikonfirmasi tewas dan tiga lagi belum ditemukan setelah tanah longsor menerjang satu desa di Provinsi Yunnan, China barat-laut, Kamis (4/10). Dalam bencana yang terjadi sekitar pukul 08.00 di Desa
Zhenhe, Kabupaten Yiliang, itu 1 orang dinyatakan menderita luka parah, dan lebih dari 800 warga setempat jadi korban. Tanah longsor tersebut, yang diperkirakan berukuran 160.000 meter kubik, menimbun 19 orang, termasuk 18 pelajar di SD Tiantou dan seorang warga desa.
Zhenhe, Kabupaten Yiliang, itu 1 orang dinyatakan menderita luka parah, dan lebih dari 800 warga setempat jadi korban. Tanah longsor tersebut, yang diperkirakan berukuran 160.000 meter kubik, menimbun 19 orang, termasuk 18 pelajar di SD Tiantou dan seorang warga desa.
Enam rumah di dekat sekolah itu juga diterjang tanah longsor, dan tiga rumah terkubur.
Yiliang diguncang gempa beberapa kali pada 7 September, yang menewaskan 81 orang dan melukai 800 orang.
Siswa tersebut diminta untuk tetap belajar sekalipun saat ini sedang Libur Nasional untuk mengejar pelajaran yang terhalang akibat gempa.
Menurut Hong Lichang, Wakil Direktur Biro Pendidikan Kabupaten Yiliang, para murid itu tiba pagi-pagi untuk menyiapkan pelajaran yang dijadwalkan dimulai pada pukul 09.00, ketika tanah longsor terjadi.
Longsor tersebut juga menghalangi arus sungai di dekat sekolah itu, dan membentuk danau dengan lebar 15 meter dengan kedalaman 7 meter.
Pemerintah telah mengungsikan lebih dari 800 warga yang tinggal di aliran sungai tersebut ke tempat yang lebih aman serta mengerahkan hampir 2.000 orang untuk upaya pertolongan.
Bahan bantuan, termasuk tenda, selimut dan makanan, telah dikirim ke daerah bencana. Sedangkan upaya pencarian dan pertolongan masih dilakukan.